Selamat Datang di website Rumah Pintar BAZNAS Pijoengan Jogja

Selamat Datang di website Rumah Pintar BAZNAS 'Pijoengan'.

Total Pengunjung Website ini

Senin, 12 April 2010

PEMBENIHAN CABAI RUMAH PINTAR

Masyarakat Desa Srimartani, Piyungan, Bantul, mempunyai mata pencaharian sebagai petani, peternak, buruh bangunan. Rumah Pintar "Pijoengan" Piyungan Bantul memahami kondisi masyarakat sekitar dengan program yang berbasis pertanian.

Mengingat lahan tanah garapan petani rata-rata kurang dari 1000 m, petani perlu menanam tanaman yang bisa cepat panen dan hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Langkah pertama rumah pintar melalui pengelolanya, merintis penanaman cabai dengan sistem penggarapan tanah dibuat bendengdan pakai penutup mulsa pada tahun 2008. Awal perintisan banyak petani yang menganggap mahal dan tidak punya biaya untuk penanaman menggunakan mulsa.

Buah tanaman dengan sistem mulsa dan tanpa mulsa ternyata beda sekali. buah  lebih besar, lebih banyak, dan lebih laku saat dijual dipasar. berdasarkan pengalaman tersebut banyak petani yang mulai coba penanaman dengan penutup mulsa.

Untuk penanaman cabe petani harus membeli dari toko yang menyediakan pupuk dan bibit yang ada di cangkringan dengan jarak 30 km dari desa srimartani.


Mulai bulan April 2010 rumah pintar telah menyediakan bibit, obat-obatan, plastik mulsa, dan pupuk untuk mendukung penanaman cabe.
Petani tidak lagi harus jauh-jauh membeli bibit, pupuk dan obat-obatan dari cangkringan, cukup di rumah pintar semua sudah tercukupi.
diharapkan dengan tersedia pupuk dan bibit yang dekat dengan lahan petani bisa menghemat tenaga, juga biaya, sehingga pendapatan bisa meningkat.

Disamping sudah dekat petani bisa memperoleh bibit dan obat-obatan dengan harga murah, hal ini karena rumah pintar membeli dengan harga distributor sehingga bisa menjual dengan harga lebih murah dibanding dengan toko pertanian.

Dimasa yang akan datang rumah pintar bisa menjadi percontohan pemberdayaan masyarakat, sedang masyarakat bisa lebih mapan secara ekonomi, dan akhirnya kesejahteaan bisa di rasakan dikalangan petani desa Srimartani yang mempunyai lahan kurang dari 1000 m (goeh)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar