Mulai 1 Maret 2012, jam buka layanan Rumah Pintar BAZNAS "Piyungan" yang tadinya dimulai jam 10 pagi dan beakhir jam 16.00, berubah menjadi jam 09.30 sampai dengan jam 16.30. Tambahan satu jam efektif layanan ini diharapkan dapat lebih memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna RumPin. Saat ini di RumPin tersedia berbagai sentra baik untuk anak-anak, remaja maupun dewasa. Sentra permainan edukatif termasuk sentra favorit anak-anak di bawah 10 tahun dengan beragam APE penunjang. Kegiatan di sentra baca didampingi oleh tutor yang akan membantu anak memilih bacaan yang sesuai untuknya. Terdapat juga sesi 'story telling' dimana tutor membacakan dongeng bagi pengunjung.
Selain itu, juga terdapat sentra komputer dan internet yang selain digunakan untuk permainan edukatif juga sering dimanfaatkan anak-anak untuk mencari bahan keperluan tugas sekolah. Tak jarang mereka belajar bersama di RumPin. Bagi ibu dan remaja putri, saat ini masih terus berlangsung kursus menjahit dan bordir yang diberikan secara gratis. Pendaftaran anggota baru dilayani setiap hari karena sistem yang digunakan untuk kursus adalah semi privat, artinya materi untuk peserta disesuaikan dengan tingkat ketrampilan sebelumnya. Syaratnya sangat mudah, yaitu perempuan dan minimal lulus SMP.
Pengembangan sentra baru terus dilakukan dengan harapan keberadaan RumPin dapat memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selamat Datang di website Rumah Pintar BAZNAS Pijoengan Jogja
Selamat Datang di website Rumah Pintar BAZNAS 'Pijoengan'.
Rumah Pintar Pijoengan berada di sisi timur kabupaten Bantul, tepatnya di kecamatan Piyungan, kurang lebih 7 km dari Candi Prambanan. Menempati area sekitar 3000 meter persegi, Rumah Pintar (RumPin) mempunyai sentra indoor (baca, komputer, audiovisual, ketrampilan) dan sentra outdoor (pertanian, perikanan, playground). Penerima manfaat RumPin bervariasi segala usia, dengan jam layanan dari pukul 9.30 pagi sampai 4.30 sore, setiap hari. Di hari Minggu layanan dibuka lebih pagi (pukul 8 sd 3 sore). Terdapat juga unit layanan keliling.
Mulai tahun 2011, program pemberdayaan untuk masyarakat dhuafa di desa Srimartani Piyungan diselenggarakan dalam naungan program Zakat Community Development dari BAZNAS bekerjasama dengan Fakultas Teknik Pertanian UGM.
Senin, 14 Mei 2012
Rabu, 21 Maret 2012
Empat Tahun Rumah Pintar Baznas 'Pijoengan'
Empat tahun yang lalu atau tepatnya 12 Maret 2008 Rumah Pintar BAZNAS Piyungan diresmikan oleh Ketua SIKIB saat itu Ibu Murniati Widodo AS, dan Direktur BAZNAS Prof Didin Haffidudin. Dan, kini setelah empat tahun Rumpin masih setia melayani masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Kenapa Rumah Pintar Baznas ada di desa Srimartani, Kecamatan Piyungan? Menurut data dari pemerintah desa pada tahun 2008 dari 5000 KK di desa ini sekitar 2500 KK termasuk keluarga miskin. Srimartani juga merupakan salah satu desa di kabupaten Bantul yang mengalami dampak parah dari gempa bumi yang menimpa Yogyakarta tahun 2006. Hampir 90% rumah di desa ini hancur termasuk infrastruktur yang ada (sekolah, pasar, jembatan). Program pemberdayaan masyarakat menuju lebih sejahtera, dengan demikian sangat diperlukan.
Sejak tahun 2011 upaya itu dimantapkan melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan BAZNAS bersama dengan Fakultas Teknik Pertanian UGM untuk membantu pengentasan kemiskinan di desa Srimartani Piyungan Bantul. Program Zakat Community Development (zacomdef) ini diharapkan dapat mewujudkan desa mandiri pangan dan energi. Sinergisitas, kerja keras, kesungguhan dan keikhlasan menjalankan semua bentuk kegiatan yang telah direncanakan semoga dapat mengalirkan manfaat yang signifikan bagi penerima manfaat program, khususnya masyarakat dhuafa.
Kenapa Rumah Pintar Baznas ada di desa Srimartani, Kecamatan Piyungan? Menurut data dari pemerintah desa pada tahun 2008 dari 5000 KK di desa ini sekitar 2500 KK termasuk keluarga miskin. Srimartani juga merupakan salah satu desa di kabupaten Bantul yang mengalami dampak parah dari gempa bumi yang menimpa Yogyakarta tahun 2006. Hampir 90% rumah di desa ini hancur termasuk infrastruktur yang ada (sekolah, pasar, jembatan). Program pemberdayaan masyarakat menuju lebih sejahtera, dengan demikian sangat diperlukan.
Sejak tahun 2011 upaya itu dimantapkan melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan BAZNAS bersama dengan Fakultas Teknik Pertanian UGM untuk membantu pengentasan kemiskinan di desa Srimartani Piyungan Bantul. Program Zakat Community Development (zacomdef) ini diharapkan dapat mewujudkan desa mandiri pangan dan energi. Sinergisitas, kerja keras, kesungguhan dan keikhlasan menjalankan semua bentuk kegiatan yang telah direncanakan semoga dapat mengalirkan manfaat yang signifikan bagi penerima manfaat program, khususnya masyarakat dhuafa.
Kamis, 01 Maret 2012
Minggu, 26 Februari 2012
Percontohan padi SRI di Srimartani
Melalui program Zakat Community Development (Zacomdef), tim dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM memperkenalkan ke petani di Srimartani tentang metode penanaman padi yang mampu memberikan hasil panen yang jauh lebih tinggi
dengan pemakaian bibit dan input yang lebih sedikit dari pada metode
tradisional (misalnya air) atau metode yang lebih modern (pemakaian pupuk dan
asupan kimiawi). Metode
ini mengembangkan teknik manajemen yang berbeda atas tanaman, tanah, air dan
nutrisi dan telah terbukti sukses diterapkan di sejumlah negara, dikenal dengan "System of Rice Intensification (SRI)"
SRI mengembangkan praktek pengelolaan padi yang memperhatikan kondisi pertumbuhan
tanaman yang lebih baik, terutama di zona perakaran, dibandingkan dengan teknik
budidaya cara tradisional. SRI dikembangkan di
Madagaskar awal tahun 1980 oleh Henri de Lauline.
Mula-mula dilakukan percontohan di dua lokasi yang berbeda, yaitu di dusun Mutihan dan Daraman.
Beberapa hal yang dilakukan adalah:
1. Pembenihan dilakukan cukup dalam "besek" hal ini karena bibit yang dibutuhkan sangat sedikit, sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas. (lahan 1 ha membutuhkan 7 kg benih gabah)
2. Tranplantasi
bibit muda yang bertujuan untuk mempertahankan potensi pertambahan batang dan pertumbuhan akar
yang optimal sebagaimana dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dengan
baik.
3. Menanam
padi dalam jarak tanam yang cukup lebar 25 cm x 25 cm , sehingga mengurangi kompetisi tanaman
dalam serumpun maupun antar rumpun. Penanaman cukup 1-1 (1 bibit untuk tiap lubang), dengan kedalaman sedang.
4. Mempertahankan
tanah agar tetap teraerasi dan lembab, tidak tergenang, sehingga akar dapat
bernafas, untuk ini diperlukan manajemen air dan pendangiran yang mampu membongkar
struktur tanah.
5. Menyediakan
nutrisi yang cukup untuk tanah dan tanaman, sehingga tanah tetap sehat dan
subur sehingga dapat menyediakan hara yang cukup dan lingkungan ideal yang
diperlukan tanaman untk tumbuh.
Namun, harus disadari bahwa dalam pengenalan suatu sistem yang dianggap baru oleh petani lokal maka respon dan tanggapannya pun sebagian masih bernada ragu, seperti:
1. merasa kurang mantap, karena dengan 1 bibit perlubang sawah kelihatan belum ditanami
2. menganggap bahwa dengan penanaman 1-1 kalau benih mati, menjadi kosong, kalau tanam 4 - 4 mati satu masih ada 3 batang.
3. mau lihat dahulu hasilnya, kalau hasilnya bagus baru akan mengikuti cara SRI
4. dan lain-lain
Adanya berbagai tanggapan tersebut justru memicu semangat tim RumPin untuk belajar lebih banyak dan lahan percontohan yang telah dibuat diharapkan dapat menunjukkan hasil optimal. Selain meningkatkan hasil produksi petani karena turunnya biaya penanaman SRI juga memberikan dampak jangka panjang dalam konservasi lahan karena berkurangnya penggunaan pupuk kimia. Sosialisasi penggunaan pupuk organik selanjutnya menjadi bagian dari program RumPin menuju pertanian yang ramah lingkungan.
Adanya berbagai tanggapan tersebut justru memicu semangat tim RumPin untuk belajar lebih banyak dan lahan percontohan yang telah dibuat diharapkan dapat menunjukkan hasil optimal. Selain meningkatkan hasil produksi petani karena turunnya biaya penanaman SRI juga memberikan dampak jangka panjang dalam konservasi lahan karena berkurangnya penggunaan pupuk kimia. Sosialisasi penggunaan pupuk organik selanjutnya menjadi bagian dari program RumPin menuju pertanian yang ramah lingkungan.
Sabtu, 25 Februari 2012
BERMAIN PIANO: Sentra baru di Rumah Pintar Baznas Pijoengan
| Bermain piano saat berkunjung di Rumah Pintar Baznas Pijoengan |
Sebuah kabar gembira datang dari Pacitan pagi itu, mengabarkan bahwa SIKIB memberikan bantuan berupa 1 unit piano untuk Rumah Pintar BAZNAS Piyungan.
![]() |
| "Kami senang sekali ada Piano di Rumah Pintar Pijoengan" Kata Mujahidin |
![]() |
| ada yang baru nih...... bisa menyalurkan hobby bermain Piano.. |
Senin tanggal 6 Februari 2012 Rumah Pintar Baznas Pijoengan bersama dengan Rumah Pintar Kulon Progo berangkat ke Pacitan untuk mengambil piano. Terdapat kejadin unik dalam pengambilan itu karena mobil sewaan yang digunakan ternyata tidak cukup memuat piano yang ukurannya cukup besar. Dengan berbagai cara, akhirnya pianopun dapat dibawa ke Yogya.
Alhamdulillah, respon dari penerima manfaat RumPin sangat bagus. Baik yang belum pernah lihat piano ataupun ingin mengembangkan bakatnya dalam bermain piano bergantian memainkannya sehingga suasana di RumPin menjadi lebih semarak. Alat musik lain yang saat ini tersedia di RumPin adalah 1 unit gitar, seruling, harmonika dan gamelan kecil.
![]() |
| "do mi do mi fa sol sol" itulah lagu Gundul-gundul pacul yang di mainkan salah satu pengunjung |
Jumat, 10 Februari 2012
Selasa, 25 Oktober 2011
Mbah Mansur. Oh... Mbah Mansur
Minggu pagi jam 04.30. bel berbunyi, menandakan ada orang yang akan pinjam pompa air untuk mengairi sawah. Seperti biasa saya menuju rumah belakang tempat gudang penyimpanan pompa tersimpan. di depan gudang ada simbah-simbah yang sudah menunggu.
"Wonten nopo mbah? (Ada apa mbah)" Sapa saya kepada simbah.
"Arep nyilih pompa. (mau pinjam pompa)" Kata Simbah.
"Sampun pesen dereng mbah? (sudah pesen belum mbah)?" tanya saya lagi. (Pada musim kemarau untuk meminjam pompa paling tidak pesen tiga hari sebelum peminjaman.)
"Wis wingi karo mbak-e (Sudah Kemarin sama mbaknya). kata simbah lagi
Setelah dicek di tempat pemesanan memang mbah mansur pinjam pompa air pada hari minggu dengan kode P2 (pompa yang ukuran 5 PK). Setelah semua peralatan disiapkan semua, langsung dibawa kesawah untuk mengairi sawah.
Jam 7.00 dikejutkan oleh seseorang yang mencari ingin bertemu. Setelah ditemui ternyata Mbah Mansur yang mencari,
"Wonten nopo mbah madosi kulo? (Ada apa mbah mencari saya)" tanya saya
"Pompane ora gelem urip (pompanya tidak mau nyala" kata Simbah.
"Kok Saget mbah, wingi mboten nopo-nopo. (kok bisa, kemarin juga tidak masalah)" kata saya.
"Lha embuh kawit mau ora gelem muni (nggak tahu dari tadi tidak mau nyala)"kata simbah
"nggo kulo tuweni mbah (mari saya lihat mbah)" kata saya lagi.
Setelah saya lihat kondisi pompa ternyata saklar ON OFF belum dinyalakan. Batin saya sempai besokpun tidak mungkin nyala.
Ternyata simbah mansur belum tahu cara nyalakan pompa. Bagi simbah dengan pinjam sendiri bisa menghemat biaya. disamping tidak sewa kalau pinjam di rumah pintar bensin yang dibeli sesuai dengan kebutuhan saat menggunakan pompa.
Setelah saklar pompa di posisikan ON, kemudian dinyalakan ternyata langsung nyala. Saya tunggu pompa air setelah +- 5 menit, air sudah keluar dari pompa. Setelah dirasa cukup saya pamitan kepada mbah mansur.
Jam 10 tahu-tahu mbah mansur datang lagi...
'Pompane mati maneh, (pompane mati lagi" Kata simbah
Untuk kedua kalinya saya lihat lagi kondisi pompa. saya nyalakan sampai beberapa kali tetap belum berhasil. Dicari kunci dalam jok motor ternyata tidak ada yang pas. Jadilah tukang service pompa dadakan ditengah sawah. Untuk membongkar harus ambil kunci terlebih dahulu di rumah.
Busi sudah di cek, ternyata bagus. Karburator saya buka ternyata kotor sekali. setelah di bersihkan, baik busi dan karburator, mesin pompa saya nyalakan. eee... belum juga nyala. Saya bongkar kembali, Ahaaaa..... ternyata bensin tidak ngalir. Ini berarti ada sesuatu di saluran bensin. setelah di bersihkan, semua dikembalikan ke tempat semula, terus dinyalakan.... alhamdulillah nyala... setelah saya tunggu sampai 10 menit tidak ada masalah.
Jam 17.15 ada gerobak di depan rumah, saya lihat simbah sedang jalan kaki dari kejauhan semaik lama semakin jauh. rupanya setelah beberapa menit ditunggu tidak datang lagi, ternyata simbah tadi pulang meninggalkan pompa dan gerobak tanpa memasukan di gudang.
Jam 19.00 Pompa dimasukan ke gudang, saya coba cek penyebab tidak ngalirnya bensin, ternyata bensin berwarna keruh banyak kotorannya. Rupanya Bensin Yang Kotor ini dan belum pernah menggunakan pompa air, penyebabnya.( wied -rumpin)
"Wonten nopo mbah? (Ada apa mbah)" Sapa saya kepada simbah.
"Arep nyilih pompa. (mau pinjam pompa)" Kata Simbah.
"Sampun pesen dereng mbah? (sudah pesen belum mbah)?" tanya saya lagi. (Pada musim kemarau untuk meminjam pompa paling tidak pesen tiga hari sebelum peminjaman.)
"Wis wingi karo mbak-e (Sudah Kemarin sama mbaknya). kata simbah lagi
Setelah dicek di tempat pemesanan memang mbah mansur pinjam pompa air pada hari minggu dengan kode P2 (pompa yang ukuran 5 PK). Setelah semua peralatan disiapkan semua, langsung dibawa kesawah untuk mengairi sawah.
Jam 7.00 dikejutkan oleh seseorang yang mencari ingin bertemu. Setelah ditemui ternyata Mbah Mansur yang mencari,
"Wonten nopo mbah madosi kulo? (Ada apa mbah mencari saya)" tanya saya
"Pompane ora gelem urip (pompanya tidak mau nyala" kata Simbah.
"Kok Saget mbah, wingi mboten nopo-nopo. (kok bisa, kemarin juga tidak masalah)" kata saya.
"Lha embuh kawit mau ora gelem muni (nggak tahu dari tadi tidak mau nyala)"kata simbah
"nggo kulo tuweni mbah (mari saya lihat mbah)" kata saya lagi.
Setelah saya lihat kondisi pompa ternyata saklar ON OFF belum dinyalakan. Batin saya sempai besokpun tidak mungkin nyala.
Ternyata simbah mansur belum tahu cara nyalakan pompa. Bagi simbah dengan pinjam sendiri bisa menghemat biaya. disamping tidak sewa kalau pinjam di rumah pintar bensin yang dibeli sesuai dengan kebutuhan saat menggunakan pompa.
Setelah saklar pompa di posisikan ON, kemudian dinyalakan ternyata langsung nyala. Saya tunggu pompa air setelah +- 5 menit, air sudah keluar dari pompa. Setelah dirasa cukup saya pamitan kepada mbah mansur.
Jam 10 tahu-tahu mbah mansur datang lagi...
'Pompane mati maneh, (pompane mati lagi" Kata simbah
Untuk kedua kalinya saya lihat lagi kondisi pompa. saya nyalakan sampai beberapa kali tetap belum berhasil. Dicari kunci dalam jok motor ternyata tidak ada yang pas. Jadilah tukang service pompa dadakan ditengah sawah. Untuk membongkar harus ambil kunci terlebih dahulu di rumah.
Busi sudah di cek, ternyata bagus. Karburator saya buka ternyata kotor sekali. setelah di bersihkan, baik busi dan karburator, mesin pompa saya nyalakan. eee... belum juga nyala. Saya bongkar kembali, Ahaaaa..... ternyata bensin tidak ngalir. Ini berarti ada sesuatu di saluran bensin. setelah di bersihkan, semua dikembalikan ke tempat semula, terus dinyalakan.... alhamdulillah nyala... setelah saya tunggu sampai 10 menit tidak ada masalah.
Jam 17.15 ada gerobak di depan rumah, saya lihat simbah sedang jalan kaki dari kejauhan semaik lama semakin jauh. rupanya setelah beberapa menit ditunggu tidak datang lagi, ternyata simbah tadi pulang meninggalkan pompa dan gerobak tanpa memasukan di gudang.
Jam 19.00 Pompa dimasukan ke gudang, saya coba cek penyebab tidak ngalirnya bensin, ternyata bensin berwarna keruh banyak kotorannya. Rupanya Bensin Yang Kotor ini dan belum pernah menggunakan pompa air, penyebabnya.( wied -rumpin)
Langganan:
Entri (Atom)






