Selamat Datang di website Rumah Pintar BAZNAS Pijoengan Jogja

Selamat Datang di website Rumah Pintar BAZNAS 'Pijoengan'.

Total Pengunjung Website ini

Kamis, 28 Agustus 2014

Samzaf - Pengelola Zakat Afrika Selatan Berkunjung di Rumpin "Pijoengan"

Yogyakarta (28/8/2014) Samzaf adalah sebuah lembaga zakat dari Afrika Selatan. Mereka datang di Indonesia untuk bertukar fikiran dengan BAZNAS yang sama-sama sebagai lembaga pemerintah untuk mengurusi zakat. Dalam kunjungannya Samzaf diarahkan pada program Zakat Community Development yang merupakan bentuk kerjasama anatara BAZNAS dengan Fakultas Teknik Pertanian UGM dalam hal ini sebagai projeknya di Desa Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta pada hari Rabu, 27 Agustus 2014. Agar memperoleh gambaran programmnya Samzaf didampingi satu orang dari pengurus BAZNAS dan Penanggungjawab Program Zacomdev dari Fakultas Teknik Pertanian UGM yaitu Prof. Dr. Lilik serta didampingi seorang pendamping masyarakat Wawan Saputra. 

Samsaf dan BAZNAS diajak berkeliling yang merupakan target program di dusun Kemloko dan dusun Bulusari yang mendampingi kelompok ternak dan pemanfaatan biogas. Selain program pendampingan kelompok ternak juga berkunjung di Rumah Pintar "Pijoengan" yang merupakan bagian dari program Zakat Community Development yaitu dalam pengembangannya Integrated Farming System yaitu dengan memadukan kegiatan pertanian dengan menanam padi dengan Systen Of Rice Intencification (SRI), kegiatan peternakan dengan budidaya kambing atau penggemukan dengan pakan fermentasi, pengolahan kotoran hewan sebagai bokhasi dan urine sebagai pupuk organik cair, serta kegiatan perikanan dengan menguji cobanya kotoran hewan untuk pakan lele. Dalam pengembangan Integrated Farming System tersebut sebagai demplot masyarakakat, sehingga masyarakat juga termotivasi untuk mengembangkan pertanian terpadu dengan harapan hasil panennya petani meningkat dan kesejahteraan keluarga juga meningkat. (Yono)


   
.

Rabu, 27 Agustus 2014

RUMPIN "Pijoengan" Mengumpulkan Hasil Panen Cabe Petani Srimartani

Yogyakarta (28/8/2014) Sebagai bentuk keprihatinan Rumah Pintar "Pijoengan" terhadap hasil panen cabe kriting  petani Desa Srimartani, Piyungan, Bantul, Yogyakarta yang dijual ke pasar atau pedagang dari kisaran harga Rp. 3.000,- sampai Rp. 4.000,-/ kg. Kondisi yang demikian itu dialami petani sejak panen pertama kali yang dimulai dari pertengahan bulan puasa atau bulan Juli hingga bulan Agustus 2014. Dari survei yang dilakukan oleh Rumah Pintar "Pijoengan" seluruh petani berkeluh kesah dengan hasil penjualan cabe kritingnya yang dijual ke pasar atau ke pedagang dengan hasil yang rendah 
Kalau dihitung dari hasil panen dengan modal yang dikeluarkan mulai dari membiayai tenaga untuk membuat bedengan, pembelian plastik mulsa, bibit, dan pupuk  tidak sebanding. Bahkan sebagian petani tidak mau memanennya dengan membiarkannya yang akhirnya membusuk di sawah. Dari penuturan bapak Istohar dari Dukuh Wanujoyo, Srimartani mengatakan "Saya menjual cabe di pasar Kembang Sari hanya dihargai Rp. 3500,- kalau cabenya dengan kondisi baik, itupun hanya mau sekitar 15 Kg di atas itu tidak mau menerima karena banyak yang setor padanya" kata pak Istohar.

Dengan melihat kondisi yang demikian Rumah Pintar "Pijoengan" mengambil inisiatif untuk bekerjasama dengan seorang pengepul yang berasal dari Manis Renggo Klaten untuk membeli hasil panen masyarakat Srimartani. Dari hasil kesepakatan antara Rumpin "Pijoengan" dengan pengepul bahwa pengepul akan mengambil atau membeli hasil panen petani dengan harga sama di pasar dan menyesuaikan kenaikannya dengan kondisi hasil panen dan dengan jumlah berapapun akan diambil. Dari hasil kesepakatan tersebut Rumpin "Pijoengan" mensosialisasikan kepada beberapa petani cabe agar hasil panenya dikumpulkan di Rumpin "Pijoengan" dengan mendengar sosialisasi tersebut selang beberapa hari petani cabe berduyun-duyun dengan membawa cabenya untuk dikumpulkan di Rumpin. Hampir setiap hari para petani cabe mengumpulkan dan mengantarkannya ke Rumpin. Harganyapun lumayan tinggi dari harga pasaran tentunya menyesuaikan dari kondisi cabe yang dipanen petani. 

Petanipun merasa lega dan terbantu atas inisiatif Rumpin "Pijoengan" yang mendatangkan pengepul untuk membeli hasil panen cabenya. Hingga sampai saat ini harga cabe mulai naik sampai Rp. 7000,-/ kg dengan menyesuaikan kenaikan harga di pasaran. Dengan demikian para petani bersemangat untuk memelihara cabenya dengan memberikan pupuk secara berkala dengan berharap panennya tambah melimpah dan harganya semakin tinggi yang akhirnya petani cabe bisa sejahtera. (Yono)

TIM PENGGERAK PKK KOTA TUAL MALUKU BERKUNJUNG DI RUMPIN "Pijoengan"

Yogyakarta (28/8/2014) Tim Penggerak PKK Kota Tual Maluku yang diutus dua orang yang merupakan Ketua dan anggota PKK Kota Tual yang diutus oleh Ketua Pembina PKK Kota Tual yaitu Ibu Wali Kota Tual, adapun tujuan dari kunjungan Tim Penggerak PKK Kota Tual Maluku di Rumpin "Pijoengan" pada hari Selasa, 26 Agustus 2014 adalah dalam rangka untuk merintis Rumah Pintar di Kota Tual Maluku, dengan adanya kunjungan di Rumah Pintar "Pijoengan" agar mendapat gambarannya untuk menyelenggarakan kegiatan, karena kota tersebut belum ada Rumah Pintar disisi lain terinspirasi dari menghadiri seminar yang diselenggaran Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) di Jakarta. Dari inspirasi tersebut termotivasi untuk mendirikan Rumah Pintar di Kota Tual Maluku tersebut, dari beberapa informasi yang di dapat memutuskan untuk berkunjung di Rumah Pintar "Pijoengan" yang merupakan Rumah Pintar mendapatkan penghargaan dari Ibu negara Ani Yudoyono pada tahun 2014 pemenang kelompok Rumpin Non Lembaga dengan kategori Rumpin yang melakukan pengembangan Sentra secara optimal.
Setiba di Rumah Pintar "Pijoengan" kedua utusan di sambut baik oleh Koordinator Program Rumpin "Pijoengan" beserta tutornya. Agar memperoleh gambaran Rumah Pintar, Sriyono selaku Koordinator Rumpin  mengajak berkeliling untuk menunjukkan Sentra yang dikembangkan oleh Rumpin "Pijoengan" mulai dari Sentra Buku, Sentra Bermain, Sentra Komputer, Sentra Audio Visual, Sentra Kriya, Sentra Kesehatan, Sentra Diklat, Sentra Farming School, dan Sentra Pertanian Terpadu. Setelah berkeliling untuk melihat ruangan dan kegiatan setiap Sentra, utusan menyempatkan diri untuk melakukan cek kesehatan yaitu tensi darah, Gula darah, Asam urat, dan kolesterol di Sentra Kesehatan Rumpin "Pijoengan". 

Untuk memberikan gambaran secara utuh Sentra yang dikembangkan Rumah Pintar "Pijoengan" Sriyono mempresentasikan profile Rumah Pintar "Pijoengan" dan saling berdiskusi untuk memperdalam dalam pengembangan Rumah Pintar. Dari beberapa gambaran Rumah Pintar kedua utusan dari PKK Kota Tual semakin yakin dan menguatkan motivasinya untuk merintis Rumah Pintar di Kota Tual Maluku. 

Di akhir kunjungannya Tim utusan PKK Kota Tual Maluku di Rumpin "Pijoengan" meminta dan berharap ke depan Rumpin "Pijoengan" dapat bekerjasama dalam membantu merintis Rumah Pintar dan pengembangan kegiatan yang dibutuhkan masyarakat Kota Tual. Sebagai bentuk kenang-kenangannya Tim utusan memborong produk yang di display oleh Rumah Pintar "Pijoengan" mulai dari pepaya kalifornia dan minuman herbal yang merupakan produk dari hasil binaan Rumpin "Pijoengan". (Yono)



    


Jumat, 22 Agustus 2014

PAKAN TERNAK DENGAN SISTEM FERMENTASI

Pendahuluan


Petani selain bercocok tanam di sawah dan ladang di rumahnya ada kegiatan sampingan yaitu beternak sapi, kambing, ayam, itik dan lainnya. Dengan adanya sampingan beternak berharap ada “Tabungan” atau tambahan penghasilan apabila hasil sawah atau ladang tidak mencukupi sewaktu-waktu punya cadangan yaitu hasil ternaknya. Kondisi yang demikian itu benar adanya yang dilakukan kebanyakan petani terutama petani yang lahannya sedikit maupun hanya sebagai buruh tani.
Setalah ditelaah lebih dalam sebenarnya kondisi petani yang seperti di atas juga ada masalah tersendiri, yaitu seluruh waktu tercurahkan hanya untuk bekerja baik di sawah atau diladang banhkan sore harinya harus merumput untuk pakan ternak sehingga waktu untuk bercengkerama dengan keluarga tidak ada. Dan ada sebagian besar masyarakat yang bekerja sebagai buruh bangunan, sementara ternaknya juga perlu dipelihara dan merumput mau tidak mau istri yang seharusnya sebagai ibu rumah tangga juga terseret ikut memeliha ternaknya yang mengharuskan tiap hari merumput di sawah dan suaminya bekerja sebagai buruh bangunan atau bekerja yang lainnya. Dengan demikian anak menjadi korban, yang seharusnya mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Untuk mencari solusi dari persoalan para petani sebenarnya sudah ada pemecahannya yaitu dengan pembuatan pakan fermentasi yang sudah dilakukan masyarakat sejak lama. Karena kurang informasi dan pengetahuan petani belum melakukannya. Sementara bahan-bahan dari limbah pertanian di lingkungan masyarakat melimpah dan belum dimaksimalkan penggunaanya. Dengan kehadiran pembuatan pakan ternak dengan sistem fermentasi berharap menjadi solusi bagi petani sehingga pekerjaan petani menjadi ringan dengan istilah “beternak tetap dilakukan bekerja jalan terus”.

Pengertian Fermentasi      
Fermentasi merupakan suatu cara untuk mengubah substrat menjadi produk tertentu yang dikehendaki dengan menggunakan bantuan mikroba. Produk-produk tersebut biasanya dimanfatkan sebagai minuman atau makanan. Fermentasi suatu cara telah dikenal dan digunakan sejak lama sejak jaman kuno. Sebagai suatu proses fermentasi memerlukan:
1.      Mikroba sebagai inokulum
2.      Tempat (wadah) untuk menjamin proses fermentasi berlangsung dengan optimal.
3.      Substrat sebagai tempat tumbuh (medium) dan sumber nutrisi bagi mikroba.

 Keuntungan Fermentasi
1.      Makanan hasil fermentasi umumnya mempunyai nilai gizi yang lebih tinggi dari pada bahan aslinya
2.      Makanan hasil fermentasi lebih mudah dimakan dari pada dalam bentuk bahan aslinya
3.      Makanan hasil fermentasi mempunyai faktor atau cita rasa yang lebih baik.

Pengganti Makanan Ternak (PMT)
Ada beberapa jenis bahan dasar untuk pembuatan pakan yang bisa dipilih, disesuaikan dengan lingkungan sekitar. Jika dilingkungan banyak terdapat jerami, maka sebagai bahan dasar makanan bisa menggunakan jerami. Dan jerami yang sangat bagus nilai gizinya jerami kangkung. Untuk jerami padi memang cukup bagus, walaupun nilai gizinya tak sebanyak jerami kangkung.
Adapun beberapa jenis bahan yang bisa dipakai untuk bahan dasar pembuatan pakan tersebut, Antara lain:
1.      Jerami dari tanaman pertanian(padi, jagung, tebu, kangkung, kedelai, dll.)
2.      Kulit umbi-umbian (kulit singkong, ubi jalar, dll.)
3.      Kulit kacang-kacangan (kulit kacang tanah, kulit kopi, dll.)
4.      Sayur-sayuran (untuk menekan biaya bisa menggunakan sisa-sisa sayur dari pasar dengan pola fermentasi basah)
5.      Daun-daunan, baik yang masih basah maupun yang telah kering

Pembuatan Pakan Ternak dengan Sistem Fermentasi
Dalam pembuatan pakan dengan sistem fermentasi didasarkan pada pemanfaatan limbah-limbah pertanian yang melimpah disekitar lingkungan petani yang dijadikan pakan ternak dengan menggunakan mikroba untuk proses fermentasi.
Adapun yang perlu disiapkan dalam pembuatan pakan ternak dengan system fermentasi adalah:

Alat-alat yang dibutuhkankan:
1.      Terpal,
2.      Sekop
3.      Drum atau gentong plastik.
4.      Ember plastik,
5.      Sprayer/gembor
6.      Sarung tangan plastik, sepatu boot, dan masker
Bahan-bahan yang harus disediakan

No
Bahan
Takaran
Serat kasar
Debok, Jerami, Kulit Umbi-umbian, Kulit kacang-kacangan, Sayur-sayuran, Daun-daunan
50 % / 35 %
Protein
Ampas tahu, Ampas bir, Kleci, Kopra, dll
35 % / 50 %
Karbohidrat
Jagung, Ampas telo, Polar, Onggok, Bekatul, Dedak, dll
15 %
Molases
Tetes tebu / gula
1 %
Mineral
Garam daur / mineral hewan
1 %
Air
Air bersih
1 liter basah, 5 liter kering
Mikroba
Suplemen Organik Cair (SOC)
3-6 tutup

 
Cara Pembuatan:

1.      Larutkan Larutkan Mikroba SOC 4-6 tutup, gula pasir/tetes tebu ke dalam 1 liter air apabila bahan serat kasar basah, dan apabila serat kasarnya kering 10 liter (gunakan ember) untuk diaduk sampai merata.
2.      Hamparkan terpal untuk tempat pembuatan bahan-bahan yang sudah disediakan
3.      Hamparkan Serat kasar setebal 20 cm, di atasnya protein, karbohidrat dan mineral
4.      Semprot dengan sprayer/gembor larutan di atas secara merata
5.      Setelah diperkirakan merata dan kandungan airnya cukup, lalu seluruh bahan di masukkan kedalam drum atau ditutup dengan terpar secara rapat agar terjadi proses fermentasi.

6.      Proses fermentasi apabila bahan serat kasarnya basah 1 jam sudah jadi, apabila serat kasarnya kering memakan waktu 1 x 24 jam. 

Selasa, 19 Agustus 2014

Sentra Diklat Rumpin "Pijoengan" Menyelenggaran Kursus & Pelatihan

Sentra Diklat Rumpin "Pijoengan" menyelenggarakan Kursus dan Pelatihan bagi masyarakat:

1. Kursus menjahit Dasar sampai Mahir
    Metode          : Semi privat
    Materi            :  Pengenalan ukuran dan garis, Menggambar pola dasar, Praktek memotong kain, Praktek                              Menjahit.
    Tutor              : Ibu Siti Handaroh dan didampingi Asisten Tutor Luq-luq
     Pelaksanaan  : Senin, Kamis, dan Minggu

2. Kursus Bordir
     Metode          : Semi privat
    Materi            :  menggambar pola dasar, Praktek membordir
    Tutor              : Ibu Yuni Astuti dan didampingi Asisten Tutor Luq-luq
    Pelaksanaan   : Rabu dan jum'at
    Keterangan     : kursus ini disenggarakan bila peserta setiap angkatan minimal 5 orang
 
3. Pelatihan Budidaya Domba
    Metode          : Ceramah dan Praktek
    Materi            : Pemilihan bibit, Pembuatan Kandang, Penanggulangan penyakit
    Tutor              : Sriyono
    Pelaksanaan   : Senin

4. Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak dengan Sistem Fermentasi
    Metode          : Ceramah dan Praktek
    Materi            : Pemilihan Bahan, Komposisi bahan
    Tutor              : Sriyono
    Pelaksanaan   : Selasa dan Minggu
 
4. Pelatihan Pembuatan Bokhasi/Kompos dan Urine
    Metode          : Ceramah dan Praktek
    Materi            : Pemilihan Bahan, Komposisi bahan
    Tutor              : Sriyono
    Pelaksanaan   : Selasa dan Minggu

5. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair
    Metode          : Ceramah dan Praktek
    Materi            : Pemilihan Bahan, Komposisi bahan
    Tutor              : Sriyono
    Pelaksanaan   : Rabu dan Jum'at

6. Pelatihan Penanaman dengan sistem Vertikultur, Hidroponik dan, Aeroponik
    Metode          : Ceramah dan Praktek
    Materi            : Pemilihan Bahan, Metode yang digunakan, Penyemaian, Penanaman, dan Perawatan
    Tutor              : Sriyono
    Pelaksanaan   :  Rabu dan Jum'at

7. Pelatihan Budidaya Jahe
    Metode          : Ceramah dan Praktek
    Materi            : Pemilihan Bibit, Penyemaian, Perawatan, dan Pemanenan
    Tutor              : Sriyono
    Pelaksanaan   : Rabu dan Jum'at

Pendaftaran:
Hubungi Rumah Pintar "Pijoengan"
Hari     : Senin - Minggu, jam 10.00 - 16.00 WIB
Alamat: Daraman Rt. 07, Srimartani, Piyungan, Bantul, DIY
Telp. (0274) 4537089, Hp. 0815 7905 167
Email: rumpinjogja@gmail.com    

RUMPIN "Pijoengan" Meraih Juara I Lomba Keaksaraan dan Kesetaraan

Dalam rangka HUT RI ke-69 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2014 Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan penghargaan kepada Taman Bacaan Masyarakat Rumah Pintar "Pijoengan" Daraman, Srimartani, Piyungan, Bantul menjadi Juara I tingkat DIY. Untuk Juara II diraih oleh Taman Bacaan Masyarakat Wonosari, dan Juara III dari Taman Bacaan Masyarakat Rumah Asa Yogyakarta dalam kegiatan  Lomba Pendidikan dan Kesetaraan dengan kategori Lomba Taman Bacaan Masyarakat
  .  

Adapun piala/hadiah penghargaan diserahkan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X   pada Malam Tirakatan HUT RI ke-69  Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2014, hari Sabtu, 16 Agustus 2014 di Bangsal Kepatihan Yogyakarta. 

Atas prestasi yang diraih Taman Bacaan Masyarakat Rumah Pintar "Pijoengan" Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan rekomendasi untuk mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Lomba Taman  Masyarakat tingkat nasional.

Selasa, 10 Juni 2014

Program Baca Cepat Latin dan Iqro' Untuk Dhuafa

Peserta baca latin dan iqro' untuk dhuafa  pada angkatan 1 terdiri dari 20 anak, dalam proses belajar yang aktif 11 anak dikarenakan sebagian besar berasal dari pedukuhan yang terletak di lereng gunung sehingga tidak ada yang mengantar dan orang tuanya beralasan harus bekerja di sawah. Mereka  berasal dari desa Srimartani, Kec. Puyungan, Kab. Bantul, DIY. Untuk berangkat ke rumah pintar ada yang naik sepeda ada juga yang jalan kaki dari rumahnya yang sangat jauh dan susah di jangkau kendaraan.
Peserta dhuafa dari usia 3 - 8 tahun (Paud,TK,dan SD kelas 2), untuk peserta tingkat SD di utamakan yang belum bisa baca baik latin maupun Iqro'.
Sistem pembelajaran untuk yang dhuafa sama dengan peserta yang lain dan kita mentarget lama pembelajaran maksimal 6 bulan itupun tergantung dengan kemampuan peserta itu sendiri. Ada pun kemampuan peserta ada yang cepat bisa baca ada juga yang masih susah dan harus di ulang berkali-kali.

Tujuan rumah pintar membuka program baca untuk dhuafa adalah untuk membantu masyarakat dhuafa supaya anak-anaknya bisa membaca baik latin maupun iqro' secara gratis di rumah pintar dan supaya mereka tidak terbebani dengan masalah biaya, sehingga bisa mengikuti pelajaran di sekolahnya.